BNSP Akan Bangun SDM Dalam Sektor Pariwisata 2020

BNSP Akan Bangun SDM Dalam Sektor Pariwisata 2020

Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menggelar Harmonisasi Mekanisme Kerja ASEAN Tourism Professional Registration System (ATPRS) di Jakarta hari ini. Hal ini dijalankan untuk memperkuat kualitas dan kuantitas pelaku pariwisataprofesional (tourism professional) yang punya standar ASEAN.

Ketua BNSP, Kunjung Masehat, menjelaskan bahwa sejak th. 2015, tourism professional menjadi tidak benar satu berasal dari 8 bidang yang disepakati untuk masuk ke Mutual Recognition Arrangement (MRA) atau perjanjian saling pengakuan di tingkat ASEAN. Namun sampai kini, pertumbuhan bidang tourism professional berjalan lambat.

“Diharapkan pertemuan hari ini bisa memberi faedah kepada kami seluruh dan membangun sinergi cocok kapasitas dan peran masing-masing untuk membangun SDM unggul, lebih-lebih SDM Pariwisata Indonesia yang diakui di ASEAN,” kata Kunjung di Jakarta, Selasa (3/11/2020).

Dikatakan Kunjung, BNSP yang diberi peran sebagai lembaga Tourism Professional Certification Board (TPCB), menginginkan mendukung percepatan implementasi ASEAN MRA-TP di Indonesia bersama dengan menaikkan koordinasi antar lembaga dan memperkuat faedah berasal dari para stakeholder terkait, serta mengharmonisasikan mekanisme kerjanya.

“Dengan forum ini, memang kami mau lihat harmonisasi kesisteman antar lembaga. Kemudian sekitar apa yang wajib kami siapkan. Kalau kami telah siap, maka akan mempermudah kami untuk jalankan penyetaraan di tingkat ASEAN,” kata Kunjung.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wisnu Bawa Tarunajaya, mengatakan, tidak benar satu komponen perlu untuk mendukung kesepakatan Mutual Recognition Arrangement on Tourism Professional (MRA-TP) adalah keberadaan ARTPS.

Menurut Wisnu, ATPRS merupakan terobosan positif yang telah lama ditunggu oleh para pelaku/pekerja pariwisata. “Program ATPRS ini bagus sekali dan kami dukung bersama. Jika ada masukan dan ide-ide, silakan. Kami menerima bersama dengan terbuka,” katanya. ATPRS merupakan sebuah website yang didisain khusus sebagai wadah Info berkenaan cermat para pelaku/pekerja pariwisata yang tersertifikasi ASEAN Tourism Professional (ATPs).

Baca Juga: Trump Menang Lawan Biden, Pasar Saham RI Ambrol

“Para pelaku pariwisata bisa mendaftarkan diri mereka, pada website selanjutnya bersama dengan menampilkan profile, kualifikasi dan pengalaman yang telah dijalani. Website ini terhitung berisikan MRA matterials layaknya toolboxers dan Info yang mengenai bersama dengan standar kompetensi, ” ujar Wisnu.

Diungkapkan Wisnu, selagi ini information ATPRS baru raih 4.570 orang. Rinciannya berasal berasal dari Filipina seabnyak 3.492 orang, Indonesia (426), Thailand (153), Kamboja (38), Malaysia (23), dan Myanmar (22). “Jobs advertisement pada proses terhitung masih begitu minim,” katanya. Hadir pada acara ini perwakilan berasal dari Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif, Perwakilan berasal dari Kemnaker, Perwakilan berasal dari Kemdikbud, Asosiasi PHRI dan ASITA, Ketua NTPB, dan 26 Lembaga Sertifikasi Profesi

Author: publisher

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *