Bryan Robson Ungkap Akar Masalah Terpuruknya Manchester United

Bryan Robson Ungkap Akar Masalah Terpuruknya Manchester United – Manchester United terpuruk terhadap awal musim 2019/2020. Setan Merah berada di papan bawah klasemen Premier League. Legenda klub, Bryan Robson mengutarakan alasan di balik terpuruknya United.

Kiprah Manchester United di awal musim ini sebenarnya buruk, seperti yang terjadi terhadap akhir musim 2018/2019 lalu.

Bryan Robson Ungkap Akar Masalah Terpuruknya Manchester United

Hingga pekan ke-8 Premier League, United tetap terbenam di posisi ke-12 klasemen sementara. Marcus Rashford dan kawan-kawan hanya dapat meraih sembilan poin saja. Mereka hanya terpaut dua poin dari tim tim di zona degradasi.

Sementara itu, catatan tandang United termasuk terlalu buruk. United tidak dulu menang dalam sebelas laga terakhir. Terakhir, United kalah dari Newcastle bersama dengan skor 1-0, Minggu (6/10/2019) yang lalu.

Bryan Robson, kepada Daily Star, menyatakan bahwa akar keterpurukan Manchester United di mulai terhadap bursa transfer musim panas 2019 yang lalu. United membebaskan terlalu banyak pemain berpengalaman dan tidak lumayan mendatangkan pemain baru.

“Saya pikir cuma satu kekeliruan United sejauh ini adalah membebaskan terlalu banyak pemain berpengalaman pergi. Kami diterpa lumayan banyak cedera musim ini, kekurangan pemain. Itulah sebabnya mereka ada terhadap posisi kala ini,” buka Bryan Robson.

“Romelu Lukaku (ke Inter), Alexis Sanchez (Inter, dipinjamkan), Ander Herrera (PSG), Chris Smalling (Roma, dipinjamkan). Ini adalah pemain yang terlalu berpengalaman,” sambung Bryan Robson.

Bryan Robson mengatakan, dalam kondisi terpuruk seperti kala ini, United terlalu memerlukan jasa pemain-pemain yang di lepaskan tersebut. Tetapi, yang terjadi United kini tergantung terhadap banyak pemain muda.

Dengan dilepasnya para pemain senior, menurut Bryan Robson, Manchester United termasuk mengalami krisis kepemimpinan. Pasukan Ole Gunnar Solskjaer kini dinilai kekurangan sosok pemain yang dapat membawa tim nampak dari kondisi sulit dan membangkitkan mental bertanding.

“Apakah itu gelandang tengah atau pemain tengah yang dominan, Anda memerlukan seorang pemimpin untuk menjadi terorganisir di lapangan. United dan yang lainnya melacak model pemain seperti itu,” tegas Bryan Robson.

Di jaman lalu, United dulu miliki sosok gelandang yang begitu kuat secara sifat yaitu Roy Keane. Dia adalah kapten yang disegani oleh teman dan termasuk lawan. Sosok seperti ini dinilai dibutuhkan oleh United.

Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *