Fungsi Stadion yang Dipergunakan Berbagai Acara

Fungsi Stadion yang Dipergunakan Berbagai Acara

fsv-blau-weiss-biere.de – Membicarakan tentanng kegunaan sebuah stadion sepakbola, pastinya udah terlintas tentunya adalah untuk menggelar pertandingan sepakbola saja. Dengan perpektif semacam ini, maka tiap-tiap kesebelasan yang bermain di stadion (entah sebagai pemilik maupun penyewa) akan meraih duwit berasal dari tiket pertandingan, setidaknya satu atau dua pekan sekali, atau lebih-lebih dapat saja dua kali di dalam satu pekan jikalau kesebelasan tersebut bermain kandang di sedang pekan dan akhir pekan secara berturut-turut.

Jadi, jikalau kita menyaksikan nilai investasi sebuah stadion, kita dapat saja dengan entengnya berkata bahwa stadion adalah bisnis yang tidak menguntungkan. Bagaimana bisa, biaya yang terlampau besar untuk membangun dan memelihara stadion tetapi cuma dipakai paling banyak dua kali di dalam satu pekan.

Lalu, kapan investor akan “balik modal”, alih-alih untuk lantas meraih keuntungan? Sangat panjang

Namun nyatanya, stadion cutting-edge waktu ini telah diidentifikasikan lebih daripada penggelar pertandingan olahraga saja. Hal ini ditunaikan untuk meraih pemasukan berbasis harian, bukan lagi tiap-tiap satu atau dua pekan.

Ya, sebetulnya di dalam investasi, stadion justru miliki potensi komersial yang terlampau tinggi.

Di stadion cutting-edge di Inggris maupun di Eropa, stadion bukan cuma menjadi tempat acara olahraga. Stadion juga dapat menjadi tempat parkir (jika stadion terletak di sedang kota), sedia kan restoran stadion, toko pernak-pernik formal (megastore), tur stadion, museum kesebelasan, sampai bersedia untuk menyewakan stadion untuk konser, competition, dan lebih-lebih acara olahraga lainnya.

Standar FIFA di dalam mengatur pemanfaatan stadion

Dalam standar yang disusun oleh FIFA melalui “Football Stadiums: Technical hints and requirements”, tersedia standar spesifik di dalam tiap-tiap pembangunan atau penyewaan stadion untuk dipakai di dalam sebuah pertandingan sepakbola.

Secara menyadari FIFA menganjurkan stadion untuk dapat mengadakan acara olahraga lain dan juga acara hiburan yang mempunyai tujuan untuk tingkatkan tingkat pemanfaatan dan juga keuangan.

Rekomendasi berasal dari FIFA antara lain supaya stadion dapat dipakai untuk kepentingan lain yang terjalin dengan si pemilik stadion (misalnya kesebelasan) dan juga lingkungan sekitarnya (misalnya untuk parkir atau disewakan untuk acara lain).

Dalam sebuah dokumen tercantum jelas: “ Sebuah Stadion sepakbola yang dapat digunakan untuk acara hiburan seperti konser, festival, aksi teater, dan acara lainnya.”

Pada eksekusinya, pemanfaatan stadion untuk acara lain tak hanya acara olahraga sesungguhnya dapat tingkatkan keuntungan finansial bagi pemilik stadion. Biaya ini dapat mereka habiskan juga sebagiannya untuk biaya perawatan stadion yang tentunya tidak murah.

Selain kasus uang, berfungsinya stadion untuk acara lain dapat menjadi bagian perlu di dalam kontribusi stadion untuk komunitas dan lingkungan sekitar. Inilah kenapa stadion seringkali disewakan di luar acara olahraga

Jika dirunut berasal dari awal, dengan berdirinya stadion maka akan sedia kan lahan pekerjaan baru untuk penduduk sekitar, lebih-lebih jikalau stadion sering digunakan (bukan cuma untuk pertandingan olahraga).

Stadion yang sering digunakan maka akan membawa dampak stadion selamanya hidup, sambil berkelanjutan tingkatkan kreativitas di dalam pengelolaan manajemen stadion.

Rumput sebagai konsekuensi pemanfaatan stadion untuk acara lain

Masalahnya ternyata tidak sesederhana itu. Ketika stadion disewa untuk acara lain, konsekuensinya tersedia pada beberapa area stadion dan juga tentunya bagian utama pada stadion itu sendiri, yaitu lapangan.

Misalnya saja di dalam konser, area tukar pemain yang disulap menjadi tempat istirahat bagi artis atau untuk tempatkan peralatan adalah sebuah konsekuensi yang mutlak, yang lebih-lebih dianjurkan segera oleh FIFA.

Lain halnya untuk urusan lapangan yang terjalin segera dengan rumput.

“Penggunaan rumput artifisial akan memudahkan, gara-gara dapat segera digunakan dan/atau dilapisi dengan lapisan spesifik supaya rumput tidak rusak,” yang tercantum di “Football Stadiums: Technical recommendations and necessities”.

Tanpa rumput artifisial, aktivitas acara di atas lapangan akan merusak rumput dan permukaan tanah. Rumput artifisial ini tidak melulu musti rumput sintetis, tetapi juga selamanya rumput asli, cuma saja ditanam pada medium yang bukan tanah stadion.

Namun, banyak acara juga dapat diadakan di atas rumput alami tetapi wajib dilapisi dengan grass cowl untuk waktu tertentu, seperti yang akan ditunaikan pada konser One Direction di Gelora Bung Karno nanti misalnya.

Tetapi pemanfaatan rumput artifisial akan lebih memudahkan, mempercepat, dan memakan biaya yang lebih murah untuk digunakan secara multifungsi.

Cara supaya stadion dapat digunakan secara multifungsi

Selain style rumput yang dianjurkan oleh FIFA, tersedia beberapa segi di dalam menyiasati stadion yang digunakan untuk acara tak hanya olahraga (bukan cuma sepakbola).

Perencanaan di dalam perancangan stadion adalah segi nomor satu yang juga dijelaskan di dalam bab pertama di “Football Stadiums: Technical hints and requirements”, yaitu “Pre-creation decision”.

Kemudian tersedia segi lainnya di dalam menyiasati pemanfaatan multifungsi stadion, yaitu di dalam perihal penjadwalan.

Misalnya saja waktu jeda kompetisi, umumnya pengelola stadion akan melaksanakan perencanaan waktu-waktu kapan saja akan tersedia pertandingan sepakbola di stadion tersebut. Maka pada waktu ini mestinya jadwal persaingan telah pasti, pun jadwal essential tim nasional juga telah pasti.

Jika tanggal-tanggal telah didapatkan, maka penduduk sekitar akan dengan mudah menyadari kapan saja stadion akan kosong dan dapat disewa untuk acara lain. Intinya, jangan sampai jadwal bentrok.

Jadwal acara berselang dua sampai tiga hari bukan kasus yang terlampau serius, asal rumput selamanya dijaga kondisinya. Tetapi umumnya perihal ini akan dihindari dengan sendirinya dikala penyusunan jadwal telah baik, bukan cuma berasal dari pihak yang berkaitan dengan olahraga, tetapi juga berasal dari pihak non-olahraga, seperti jika promotor musik pada sebuah konser Bersabung…

Author: publisher

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *