Kominfo Genjot Penerapan 5G Di Indonesia

 

Kominfo Genjot Penerapan 5G Di Indonesia   – Pemerintah Indonesia telah menginisiasi beberapa kebijakan dan tindakan afirmatif untuk mendorong percepatan pengenalan 5G di Indonesia. Dalam acara International Virtual Conference: Indonesia 5G Roadmap & Digital Transformation, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menjelaskan, kehadiran jaringan 5G dapat menjadi pengubah permainan (game changers) bersama dengan pengaruh yang luas pada konektivitas di Indonesia.

“Karena itu, kami wajib bekerja keras untuk melakukan tugas besar kami di dalam mengadopsi teknologi baru, untuk menambah produktivitas kami lewat jaringan 5G di dalam kala dekat,”

Namun demikian, Johnny mengakui pengenalan jaringan 5G ini berada dititik pemerintah yang telah memperluas cakupan jaringan 4G di Indonesia yang belum merata di seluruh wilayah. Karena itu, selain tugas utama memastikan 4G yang lumayan terhitung sebagai basic untuk mengembangkan jaringan 5G.

“Infrastruktur digital konsisten kami perbaiki, terhitung di seluruh desa yang belum terjangkau koneksi 4G. Namun, tugas utama untuk memastikan 4G yang memadai, dapat diakses, dan terjangkau sebagai basic untuk mengembangkan jaringan 5G selalu relevan,” ungkapnya.

Johnny menjabarkan pemeritnah Indonesia sejauh ini telah membangun lebih dari 348.000 kilometer kabel serat optik darat dan bawah laut. Termasuk lebih dari 12.000 kilometer Jaringan Tulang Punggung Serat Optik Nasional Palapa Ring BAKTI Kominfo.

Kemudian Indoneisa terhitung telah membangun lebih dari 500.000 base transceiver station (BTS) dan menggunakan 9 satelit untuk mencukupi keperluan domestik, serta meluncurkan High-Throughput Satellite 150 Gbps SATRIA-1 yang dijadwalkan pada kuartal ketiga tahun 2023.

Sebelumnya pemerintah Indonesia telah melakukan 10 uji cobalah penerapan jaringan 5G sepanjang 2017-2019. Uji cobalah itu dimaksudkan untuk mempelajari potensi aplikasi dan masalah pemakaian fasilitas 5G. Seperti pembelajaran jarak jauh lewat interaksi holografik, operasi jarak jauh, IoT untuk kota pintar, dan kendaraan otonom sepanjang ASIAN Games 2018.

Pada tahun 2020, Indonesia memfokuskan uji cobalah ke-11 untuk menjajaki bisa saja koeksistensi antara jaringan 5G dan Fixed Satellite Service (FSS) untuk digunakan di pita 3,5 GHz. Ia pun memahami memang upaya penerapan jaringan 5G dapat menuntut belanja modal yang besar terlebih untuk penyediaan small-cell densification 5G serta ekosistem digital yang canggih.

“Kemudian lokasi yang ideal untuk penerapan 5G pertama di Indonesia itu ialah Kawasan ibu kota baru, menjadi kandidat terbaik dan potensial untuk menerapkan 5G. selain itu kawasan industri dan daerah publik bersama dengan lantas lintas tinggi yang bisa saja terhitung dapat dapat diterapkan,” tandasnya.

Author: publisher

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *