Wisatawan Lokal Akan Dapat Perhatian Baru 2021

Wisatawan Lokal Akan Dapat Perhatian Baru 2021

Pengamat Pariwisata, Taufan Rahmadi, menuturkan, pemerintah harus fokus terhadap peningkatan kunjungan wisatawan domestik terhadap tahun depan. Di jaman pandemi Covid-19, potensi destinasi wisata jadi momentum untuk dioptimalisasikan ketimbang berwisata ke luar negeri.

“Sesuai himbauan dari UNWTO, terhadap fase survival selagi ini, marketing kita harus fokus terhadap turis domestik,” kata Taufan kepada ,

Taufan berpendapat, setidaknya terdapat tiga hal yang harus difokuskan terhadap tahun depan supaya kinerja pariwisata bisa terdongkrak kembali. Di antaranya yaitu pembenahan destinasi dengan penerapan protokol kesehatan, perlindungan kepada pelaku usaha dengan pas sasaran, serta mempererat jalinan dengan negara tetangga untuk menjaring wisatawan asing.

Ia menjelaskan, kerja sama antar negara harus kembali supaya saling beruntung dalam meraih kunjungan wisatawan asing. “Travel coridor bisa di awali dari Malaysia dan Singapura serta Australia, ini harus dimulai,” kata dia.

Adapun soal perlindungan bagi pengusaha, Taufan mengatakan, sejumlah program perlindungan anggaran udah dialokasikan pemerintah. Salah satu yang terbesar yaitu dana hibah pariwisata yang jumlahnya capai Rp 3,3 triliun. Bantuan tersebut, sebanyak 70 prosen untuk pelaku usaha hotel dan restoran sedangkan 30 prosen untuk pemerintah daerah.

Taufan mengatakan, pemerataan perlindungan selagi ini jadi sangat perlu supaya pelaku usaha yang sangat membutuhkan perlindungan bisa meraih manfaat. “Beragam perlindungan itu sebetulanya udah dilakukan, namun yang terpenting adalah pemerataan dan keadilan bagi semua pelaku pariwisata,” kata dia.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memproyeksi, tren wisata domestik dan wisata alam dapat mengalami lonjakan terhadap 2021.

Direktur Kajian Strategis Kemenparekraf, Wawan Rusiawan, menjelaskan terhadap 2021 masyarakat masih dapat cenderung pilih destinasi wisata domestik dibandingkan wisata luar negeri. Tak cuma itu, masyarakat pun dapat cenderung pilih wisata alam untuk obyek destinasi wisatanya.

“Tren wisata di jaman Covid-19 yang bisa dikatakan masih berlangsung terhadap 2021, yang pertama adalah masyarakat masih pilih obyek wisata domestik. Kemudian juga kita melihat wisata alam jadi populer,” kata Wawan dalam pengakuan resmi Kemenparekraf, di terima ,

Wawan menjelaskan, Kemenparekraf dapat beri tambahan fokus dominan untuk membenahi destinasi wisata domestik khususnya wisata alam. Sebab wisata alam dipastikan jadi primadona di tahun 2021 hingga pascapandemi nanti.

“Kemenparekraf tentu harus beri tambahan fokus yang lebih dominan yang bisa membenahi destinasi-destinasi wisata alam, kita ke depan harus mencari cara-cara baru bagaimana pariwisata di Indonesia bisa lebih menarik dan berkembang,” katanya.

Dalam jaman pandemi selagi ini, prioritas wisatawan pun berubah terhadap prioritas protokol kesegaran CHSE (cleanliness, health, safety, dan environmental sustainability). Keempat hal itu jadi aspek perlu dalam sistem pengambilan ketentuan pilih destinasi yang dapat dikunjungi wisatawan.

Wawan pun menegaskan, pelaksanaan protokol kesegaran berbasis CHSE ini jadi sebuah hal yang perlu bagi pemerintah maupun masyarakat.

Author: publisher

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *